Buggg! Satu pukulan dari Atthala melayang dan menghantam wajah Benedic begitu saja. Pria itu mengejar Benedic yang mencoba menghindar, berjongkok lalu kembali mendaratkan satu pukulan pada wajah pria yang tengah menyeringai, tertawa ringan tanpa rasa bersalah. "Berani kau menyentuh Ara, kau akan mati di tanganku!" tekan Atthala. Benedic mengangkat sebelah sudut bibirnya ke atas. "Apa aku salah, bocah ingusan? Semua yang aku lakukan selalu salah di matamu," ujar Benedic, santai. Atthala yang kembali naik pitam, menarik kerah kemeja Benedic, lalu mendekatkannya pada wajah Atthala. "Aku akan membuktikan, bahwa kau adalah penyebab kematian Ana. Bersiaplah Benedic! Permainan akan segera dimulai," tekan Atthala lalu menghempaskan tubuh pria paruh baya itu. Atthala bangkit dari posisinya, la

